Sejarah Kabupaten Puncak

Kabupaten Puncak Sebelumnya Masih di Kabupaten Puncak Jaya

Kabupaten Puncak merupakan salah satu dari 29 Kabupaten/Kota yang terletak di pegunungan tengah Provinsi Papua di Indonesia. Kabupaten  ini dibentuk pada tanggal 4 Januari 2008 berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2008, bersama-sama dengan pembentukan 5 kabupaten lainnya di Provinsi Papua. Peresmiannya dilakukan oleh Mendagri Mardiyanto pada tanggal 21 Juni 2008 di Kabupaten Jayawijaya – Wamena. Kabupaten Puncak adalah hasil pemekaran dari Kabupaten Puncak Jaya dengan jumlah penduduk tahun 2017 berjumlah 107.822 jiwa.

TUJUAN WISATA :

  1. Mendaki Puncak Carstensz Pyramid di Ketinggian 4884 MDPL dengan rute Jakarta – Depasar or Makassar – Timika – Ilaga sebagai Ibu Kota Kabupaten Puncak. Setibanya di Ilaga para touris bisa menginap Home Stay milik Pemerintah Kabupaten Puncak. Perjalanan mulai star sekitar jam 6.00 pagi menuju puncak dengan berjalan kaki selama 14 Jam perjalanan hingga tiba ti tempat tujuan sambal meninkmati pemandangan keiandahan alam yang berbukit seolah sedang tersenyum serta satwa marga di sepanjang jalan seperti kicauan burung pipit atau dalam Bahasa Damal disebut Negelar. Bahkan dibawah Puncak Carstensz Pyramid terlihat pemandangan kolam berwarna warni sambil melihat ayam hutang sedang berterbangan.
  2. Terowongan Berlantai Alami dengan kedalaman yang tidak dapat dijangkau sebagai salah satu keajaiban dunia yang belum pernah dilihat orang banyak. Pemandangan sangat indah karena disamping terowong yang sedang mengalir sungai Namunggum dan dihipit oleh Bukit dan Gunung serta lereng yang diselimuti dengan pohon pinus dan rumput hijau. Sampai di dalam terowongan terlihat sejumlah burung wallet dalam jumlah yang tidak dihitung.
  3. Kolam Air Panas. Suhu udara di Ibu Kota Kabupaten Puncak sangat dingin dan biasanya mencapai 15-20 derajat Celsius namun Tuhan Pencipta alam menempatkan kolam air panas yang sangat menarik perhatian masyarakat karena disamping pemandangan yang unik terlihat sungai Yila yang mengalir dengan tenang sehingga para touris sangat senang berkunjung.
  4. Ada beberapa tujuan wisata lainnya.Menikmati Kuliner alami tanpa bahan pengawet yaitu masakan bakar batu ala Papua yang belum pernah ditemukan di dunia lain kecuali di Indonesia – Puncak Papua karena rasanya gurih dan lezat. Selain itu ada juga kerajinan tangan seperti Noken, Gelang, kalung anggrek dan beberapa kerajinan tangan yang tidak dapat disebutkan.
  5. Iven Seni dan Budaya. Masyarakat Puncak juga sangat antusias dalam menghadiri Iven Seni dan Budaya yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Papua dengan beberapa tarian yang menarik yakni :
  • Budaya Bakar Batu
  • Tarian adat suku dani dan suku damal
  • Budaya perang-perangan
  • Budaya Berburu

Kepala Daerah

Bupati Devinitive I :
Willem Wandk, SE, M.Si – Repinus Telenggen, S.Pd
Periode, 2003-2017

Pj. Bupati Puncak
Drs. Nicolaus Wenda, MM
Mei 2018 s.d. Oktober 2018

Bupati Devinitive II :

Willem Wandk, SE, M.Si – Pelinus Balinal, S.Sos,Ag
Periode, 2018 s.d. 2023

Sejarah Disbudpar Puncak

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Puncak dibentuk berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah
Peraturan Bupati Puncak Nomor 31 Tahun 2016

Kepala Dinas Kebudayaan & Pariwisata

OBETH MURIB, S.Sos
Nip. 197205152001121009

Sekretaris Dinas Kebudayaan & Pariwisata

KARLOS MURIB. S.IP
NIP. 197907052006051001